Ketika Anda sedang bepergian ke luar kota untuk keperluan liburan, mudik hari raya, perjalanan dinas, atau menengok keluarga, risiko jatuh sakit bisa menimpa siapa saja tanpa diduga. Banyak peserta BPJS Kesehatan merasa cemas kartu mereka tidak bisa digunakan karena lokasi klinik terdaftar (FKTP) berada jauh di kota asal.

Kabar baiknya: Program JKN menganut prinsip portabilitas nasional. Artinya, kartu BPJS Kesehatan Anda tetap berlaku dan bisa digunakan untuk berobat di seluruh pelosok wilayah Indonesia, meskipun Anda sedang berada di luar kota domisili tanpa perlu repot mengubah faskes.
Aturan Batas Maksimal 3 Kali Kunjungan di Faskes Luar Kota
Berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 82 Tahun 2018 dan panduan layanan resmi BPJS Kesehatan:
“Peserta yang berada di luar wilayah FKTP tempatnya terdaftar dapat mengakses pelayanan rawat jalan tingkat pertama pada FKTP lain untuk paling banyak 3 (tiga) kali kunjungan dalam waktu 1 (satu) bulan.”
Aturan ini memberikan kemudahan luar biasa bagi peserta yang hanya sementara berada di luar kota:
- Anda tidak perlu memindahkan faskes 1 Anda di aplikasi Mobile JKN jika hanya bepergian sementara.
- Anda berhak mendatangi Puskesmas atau Klinik Pratama mitra BPJS terdekat di kota tujuan Anda.
- Faskes setempat wajib melayani Anda dengan hak obat dan pemeriksaan yang sama persis seperti peserta lokal faskes tersebut.
- Maksimal kuota pelayanan adalah 3 kali kunjungan dalam 1 bulan kalender pada FKTP yang sama.
Kapan Anda Harus Mengubah Faskes Secara Permanen?
Jika Anda berada di luar kota untuk jangka waktu yang lama (misalnya mahasiswa yang berkuliah selama bertahun-tahun, pekerja kontrak yang ditugaskan lebih dari 3 bulan, atau keluarga yang resmi pindah domisili), barulah Anda dianjurkan untuk melakukan pemindahan faskes 1 melalui aplikasi Mobile JKN agar tidak terbentur batasan 3 kali kunjungan.
Alur Langkah Berobat di Faskes Luar Kota
- Gunakan fitur Info Lokasi Faskes pada aplikasi Mobile JKN untuk mencari Puskesmas atau Klinik Pratama terdekat dari lokasi Anda berada saat ini.
- Datangi faskes tingkat pertama tersebut pada jam operasional pelayanan rawat jalan.
- Tunjukkan e-KTP asli atau KIS Digital di aplikasi Mobile JKN kepada petugas loket pendaftaran.
- Sampaikan kepada petugas bahwa Anda adalah peserta luar wilayah yang sedang berada di kota tersebut dan membutuhkan pelayanan medis.
- Petugas pendaftaran akan mencatat kunjungan Anda sebagai pelayanan peserta luar wilayah pada sistem P-Care BPJS.
- Anda akan diperiksa oleh dokter, diberikan resep obat, dan dilayani hingga tuntas tanpa dipungut biaya tambahan.
Bagaimana Jika Pasien Luar Kota Mengalami Kondisi Gawat Darurat?
Jika kondisi sakit di luar kota tergolong darurat medis (misalnya serangan jantung, kecelakaan, atau demam tinggi kejang pada anak):
- Langsung datangi IGD Rumah Sakit terdekat!
- Aturan batas 3 kali kunjungan faskes 1 TIDAK BERLAKU untuk kondisi gawat darurat.
- Seluruh IGD rumah sakit di seluruh Indonesia wajib menangani pasien darurat tanpa memandang domisili asal kartu BPJS pasien.
Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)
Bagaimana jika pihak faskes di luar kota menolak melayani?
Jika faskes menolak dengan alasan Anda bukan warga lokal, Anda dapat mengingatkan secara santun mengenai aturan portabilitas 3 kali kunjungan BPJS Kesehatan. Jika masih dipersulit, segera laporkan ke Care Center BPJS di nomor 165 saat itu juga.
Apakah berobat di luar kota tetap mendapatkan obat gratis?
Ya, seluruh obat sesuai Formularium Nasional (Fornas) yang diresepkan oleh dokter faskes diberikan secara gratis tanpa biaya tambahan.
Sumber Acuan: Peraturan Presiden No. 82 Tahun 2018 Pasal 55 tentang Portabilitas Pelayanan Jaminan Kesehatan Nasional.
Baca Juga Panduan Terkait: Simak cara mudah Cek Status BPJS Kesehatan Aktif atau Tidak dan ketahui panduan lengkap Alur Berobat Menggunakan BPJS Kesehatan di Faskes dan RS.