Banyak peserta BPJS Kesehatan merasa cemas ketika kartu fisik Askes atau KIS miliknya hilang, rusak, atau tertinggal di rumah saat harus berobat ke faskes. Padahal, di era digital saat ini, BPJS Kesehatan telah merilis Kartu Indonesia Sehat Digital (KIS Digital) yang memiliki kekuatan hukum dan fungsi setara dengan kartu cetak fisik.

Dengan KIS Digital yang tersimpan di dalam ponsel pintar, Anda tidak perlu lagi khawatir ditolak di meja pendaftaran fasilitas kesehatan. Berikut panduan lengkap cara mengakses, mengunduh, dan menggunakannya.
Landasan Hukum Keabsahan Kartu BPJS Digital
Berdasarkan regulasi resmi BPJS Kesehatan dan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, seluruh fasilitas kesehatan yang bekerja sama (Puskesmas, Klinik Pratama, Rumah Sakit Umum, dan Swasta) wajib melayani peserta yang menunjukkan kartu digital di aplikasi Mobile JKN atau cukup menunjukkan KTP elektronik (NIK) asli.
Fasilitas kesehatan dilarang menolak pasien atau meminta fotokopi kartu fisik sebagai syarat pelayanan medis dasar maupun lanjutan.
Cara Membuka Kartu Digital di Aplikasi Mobile JKN
Untuk melihat kartu digital Anda, ikuti langkah berikut:
- Buka aplikasi Mobile JKN di smartphone Anda dan lakukan login.
- Pada deretan menu navigasi di bagian bawah atau di tengah dashboard, ketuk menu Kartu Peserta (ikon kartu KIS).
- Layar ponsel akan langsung menampilkan wujud kartu KIS Digital Anda, lengkap dengan:
- Nama Lengkap Peserta.
- Nomor Kartu BPJS (13 digit).
- Nomor Induk Kependudukan (NIK).
- Tanggal Lahir.
- Nama Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) terdaftar.
- Barcode / QR Code resmi untuk pemindaian sistem faskes.
- Untuk melihat kartu digital anggota keluarga lainnya (anak atau pasangan), cukup geser (swipe) layar kartu ke arah kanan atau kiri.
Cara Menyimpan Kartu BPJS Digital ke Galeri HP (Bisa Dibuka Tanpa Internet)
Agar Anda tetap bisa menunjukkan kartu saat ponsel tidak memiliki sinyal internet di rumah sakit, Anda disarankan untuk mengunduh salinannya:
- Pada tampilan kartu digital di Mobile JKN, ketuk tombol Kirim Email di bagian bawah kartu.
- Sistem BPJS akan secara otomatis mengirimkan file kartu dalam format gambar atau PDF ke alamat email yang terdaftar.
- Buka aplikasi email Anda, unduh file lampiran kartu, lalu simpan ke galeri foto ponsel Anda.
- Selain itu, Anda juga dapat melakukan tangkapan layar (screenshot) pada halaman kartu digital untuk disimpan di album foto favorit.
Cara Menggunakan KIS Digital Saat Berobat di Faskes & Rumah Sakit
Prosedur penggunaan kartu digital sangat sederhana:
- Datangi loket pendaftaran Puskesmas, Klinik, atau loket BPJS di Rumah Sakit rujukan.
- Buka aplikasi Mobile JKN dan tunjukkan tampilan kartu digital kepada petugas admisi, atau tunjukkan e-KTP fisik Anda.
- Petugas akan mencocokkan nomor kartu atau NIK dengan sistem antrean SIMRS/P-Care.
- Petugas memindai kode QR kartu digital atau menginput 13 digit nomor peserta.
- Surat Eligibilitas Peserta (SEP) akan diterbitkan, dan Anda dipersilakan menuju ruang poli pemeriksaan dokter.
Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)
Apakah kartu BPJS digital perlu dicetak di atas kertas?
Tidak perlu. Menunjukkan tampilan kartu di layar smartphone sudah sah secara resmi. Namun, jika Anda ingin mencetaknya sendiri di kertas biasa atau kertas foto untuk disimpan di dompet, hal tersebut diperbolehkan.
Bagaimana jika petugas loket faskes tetap meminta kartu fisik asli?
Anda dapat menyampaikan secara sopan bahwa sesuai surat edaran BPJS Kesehatan, penggunaan KIS Digital dan NIK KTP sudah berlaku resmi secara nasional. Jika faskes tetap menolak, Anda bisa melaporkannya melalui Care Center BPJS di nomor 165.
Sumber Acuan: Surat Edaran Direksi BPJS Kesehatan tentang Simplifikasi Akses Pelayanan dengan KIS Digital dan KTP Elektronik.
Baca Juga Panduan Terkait: Simak cara mudah Cek Status BPJS Kesehatan Aktif atau Tidak dan ketahui panduan lengkap Alur Berobat Menggunakan BPJS Kesehatan di Faskes dan RS.